Sukses

Beredar Oli OEM Yamaha dan Honda Palsu, Begini Cara Bedakan yang Asli

Otosia.com, Jakarta Populasi sepeda motor yang besar seolah menjadi peluang emas bagi pemalsu pelumas. Peredaran pelumas palsu seolah tidak ada habisnya. Di satu daerah berhasil digrebek aparat, namun di daerah lain muncul kembali.

Belum lama ini Kepolisian Daerah Jawa tengah berhasil mengungkap pemalsuan oli sepeda motor. Oli palsu yang ditemukan Polda Jateng merupakan merk AHM dan Yamalube.

“Karena bahan yang digunakan tidak sesuai peruntukannya. Maka, masyarakat diminta agar berhati-hati dalam membeli produk oli,” ujar Kabidhumas Polda Jateng, Kombes. Pol. M Iqbal Alqudusy, seperti dikutip ntmcpolri.info.

Video Paling Dicari saat Ini

 

 

 

Pelumas Asli

Terkait dengan maraknya kembali peredaran pelumas motor palsu, produsen oli Federal Oil ikut angkat bicara. Alvin Dwiyanto, Brand Activation and Promotion Officer Federal Oil menyatakan, konsumen sebenarnya mudah untuk mengenali perbedaan pelumas asli dan palsu.

Khusus Federal Oil, kata Alvin, ada 4 hal yang menandakan pelumas Federal Oil adalah asli. Pertama, pada tutup botol terdapat jetprint yang kualitasnya rapih, lalu kedua setelah tutup botol dibuka terdapat logo pada alumunium foil yang juga tercetak dengan rapih.

“Ketiga adalah terdapat ukiran parang yang merepresentasikan brand kami dengan bentuk yang presisi dan rapih juga tentunya. Terakhir kami juga sematkan QR code pada belakang label agar konsumen dan bengkel bisa langsung melakukan check keasliannya dengan scan qr code tersebut menggunakan kamera handphone,” terang Alvin.

 

Merusak Mesin

Menurut Alvin, dalam kasus oli palsu, untuk penggunaan jangka panjang akan mengakibatkan kerusakan mesin, karena tidak diketahui apa kandungannya. Dan tentu saja kandungannya tidak sesuai dengan kebutuhan motor yang digunakan.

“Kandungannya tidak sesuai pada apa yang tertera pada label kemasan. Karena objektif dari mereka, pasti hanya memikirkan keuntungan tanpa mengedepankan kualitas dari produknya,” jelasnya.

Untuk melindungi konsumen, Federal Oil memiliki call center yang bisa dihubungi. Jika konsumen menemukan indikasi adanya oli palsu dapat menginformasikan kepada pohak Federal Oil.

 

Membeli di Jaringan Resmi

Setelah menemukan laporan adanya indikasi oli yang dipalsukan, Federal Oil akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk dapat melakukan tindakan yang dibutuhkan guna menghentikan peredaran oli palsu ini di pasaran.

Karena itu Alvin menyarankan membeli pelumas di jaringan resmi. Saat ini Federal Oil memiliki lebih dari 2000 jaringan outlet yang disebut dengan Federal Oil Center dan tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami dapat pastikan produk yang dijual di sana adalah produk yang asli dan sesuai rekomendasi ahli. Atau konsumen juga dapat membeli melalui online, dengan mengunjungi official store kami di JD.ID,” imbuhnya.

 

Polda Jateng Ungkap Peredaran Oli Palsu

Sebelumnya situs ntmcpolri.info memberitakan, pasca pengungkapan kasus pemalsuan oli sepeda motor, Polda Jateng meminta masyarakat berhati-hati dan jeli dalam membeli produk. Untuk menghindari penipuan, diminta membeli di agen resmi.

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Rosyid Hartanto membeberkan sejumlah ciri yang membedakan oli motor asli dengan yang palsu. Untuk yang asli kemasan botolnya lebih rapi, sekatnya lebih rapi dibanding kemasan yang palsu. Perbedaan juga tampak pada warna cairan oli di dalam kemasan. Oli asli mempunyai warna yang lebih terang saat diterawang melalui cahaya.

“Untuk oli palsu, plastik kemasannya tidak solid dan tidak rapi. Sementara untuk warna cairan oli, yang palsu lebih pekat dan keruh,” jelas AKBP Rosyid.

Botol Kemasan Mirip

Lebih jauh dijelaskan, secara umum botol kemasan tidak ada perbedaan, dan sama-sama terdapat hologram. Namun pada produk asli, pada hologram tanda air khusus yang akan terdeteksi pada mesin khusus. Sedangkan yang palsu tidak ada tanda airnya. Namun, ini sulit dibedakan (tanpa menggunakan mesin khusus).

“Jadi fokusnya pada tutup botol dan sekat, kalau tidak rapi ada kemungkinan itu palsu,” tegas Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng tersebut.

Khusus oli merk Yamalube, tambah AKBP Rosyid, perbedaan utama yang terdapat pada tutup botolnya. Oli Yamalube yang asli menggunakan tutup botol berwarna hitam, sedangkan yang palsu tutupnya warna emas. Selain itu, pencetakan nomor seri pada kemasan juga terdapat perbedaan. Pada produk palsu penomorannya dicetak besar dan tebal sehingga nampak tidak rapi. Untuk yang asli stikernya lebih solid (tidak tipis), cetakan nomor lebih rapi dan tidak terlalu besar.

“Selain perbedaan pada kemasan, perbedaan cairan oli yang terdapat didalam botol kemasan tersebut. Untuk mengetahuinya, oli harus dituang dahulu sehingga ditemukan perbedaannya. Oli palsu bahan pembuat oli menggunakan parafin cair yang dicampur menggunakan bahan pewarna yang berbeda sehingga menyerupai oli merk AHM dan Yamalube. Warna yang dihasilkan keduanya berbeda, oli Yamalube berwarna agak kehijauan dan oli AHM berwarna kekuningan,” tutup AKBP Rosyid sebagaimana dikutip dari ntmcpolri.info.

 
Loading