Sukses

Ketahui Lebih Dalam, Plus Minus Pembalap Bertubuh Pendek dan Tinggi

Otosia.com, Jakarta Selain motor bobot tubuh pembalap sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap jalannya balapan. Benarkah pembalap dengan tubuh kecil akan berpengaruh?

Setidaknya hal ini diucapkan oleh Scott Redding, rider dari tim BMW Motorrad WorldSBK 2022 ketika mengomentari Alvaro Bautista, pembalap Spanyol yang merupakan penerusnya di Aruba.it Ducati,

Redding mengatakan bahwa Bautista sering naik podium karena memiliki postur tubuh paling kecil di antara penghuni grid. Berkat tubuhnya yang pendek dan ringat, Bautista bersama Ducati Panigale V4R kerap menang duel dengan tim lain di trek lurus.

Bukan cuma Bautista, Dani Pedrosa dengan tubuh mungilnya kerap menjadi langganan podium. Mantan pembalap Respsol Honda MotoGP ini bahkan punya tubuh yang lebih pendek, cuma 158cm dan beberpa kali memberikan perlawanan hebat kepada Valentino Rossi yang 23cm lebih tinggi.

Lantas apa sebenarnya kelebihan dan kekurangan pembalap tinggi maupun pendek?

 

Video Paling Dicari saat Ini

Pembalap Tinggi

Mengutip postingan akun Instagram @gpracingindonesia, Kamis (27/10/2022), pembalap dengan postur badan yang tinggi otomatis memiliki bobot yang lebih berat

Namun sisi positifnya, ia akan mudah mengarahkan atau memindahkan motornya ketika balapan. Pembalap dengan badan tinggi akan cepat di tikungan karena bobot yang lebih berat memberikan traksi lebih pada motor.

Meski ada keuntunganm namun rider dengan badan tinggi kurang baik dalam hal kecepatan saat di trek lurus atau panjang, dan ban cepat tergerus karena tubuhnya yang lebih berat dari pembalap mungil.

Pembalap Pendek

Sebaliknya, pembalap dengan tubuh mungil atau pendek otomatis punya berat lebih ringan. Sering lihat kan bagaimana Bautista maupun Pedrosa melesat bak anak peluru di lintasan lurus?

Dengan kata lain, pembalap bertubuh kecil, motor yang dikendarainya memiliki akselerasi dan top speed yang lebih baik daripada pembalap berbadan bongsor. Ban pun tidak mudah tergerus atau tidak cepat habis.

Sementara kekurangnya, pembalap mungil butuh tenaga yang lebih besar untuk mengganti arah laju motor. Selain itu ia butuh tenaga ekstra untuk menahan pengereman.

Menjaga Badan

Akun Instagram @gpracingindonesia juga meyebutkan bahwa untuk menjaga hasil maksimal saat balapan, para pembalap perlu menjaga kondisi tubuh dan berat badan.

Dari segi fisik sendiri, pembalap tinggi harus menjaga berat badannya seminimal mungkin. Untuk pembalap yang boros boboyt, wajib sekali untuk menjaga asupan kalori agar berada di bawah kebutuhan tubuh, Ini membuat pembalap sedikit merasa tidak nyaman.

“Sedangkan pembalap pendek harus fokus untuk membentuk masa otot yang lebih besar agar bisa mengendalikan motor dengan lebih baik,” tulis @gpracingindonesia dalam postingannya.

https://www.newshub.id/interactive2/3791

 

Loading