Sukses

Momen Dedi Mulyadi Bersama Anaknya Kunjungi Makam Istri Pertama Naik Moge

Otosia.com, Jakarta Dedi Mulyadi menjadi pejabat yang sering turun ke bawah untuk berinteraksi dengan masyarakat. Sering juga ia membagikan momen-momen itu melalui channel YouTube miliknya.

Berbeda dari biasanya, Dedi Mulyadi membagikan aktivitasnya saat bersama anak tercinta mengendarai moge untuk berziarah ke makam istri pertama.

Ia terlihat kompak dengan A Ula, memakai pakaian dan kacamata yang serba hitam. Berikut ulasannya.

Video Paling Dicari saat Ini

Naik Moge dengan Anak

Dedi Mulyadi dalam sebuah video mengunggah momen ketika ia sedang naik moge bersama anaknya.

Anak Dedi Mulyadi, Maula Akbar terlihat tidak biasa berinteraksi di depan kamera sehingga harus dipandu oleh Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi dan anaknya tampak gagah dengan pakaian dan kacamata yang serba hitam. Ditambah lagi dengan moge yang besar dan gagah.

Anak Beli Motor Sendiri

Dalam perjalanan, Dedi mengatakan bahwa moge yang dipakai oleh Aa ula adalah moge yang dibeli sendiri dari hasil menabung.

Dedi mengaku tidak membelikan anaknya moge. Bahkan ia mengatakan bahwa Aa Ula pada semester awal kuliah masih belum bisa mengendarai motor.

Dikatakan bahwa Aa Ula bisa mendapatkan moge tersebut dengan hasil tabungannya sendiri selama bertahun-tahun.

Beli Kangkung di Jalan

Di tengah jalan, Dedi menemui ibu-ibu paruh bayak penjual kangkung yang sedang berjalan kaki.

Ia menyempatkan waktunya untuk berhenti dan memborong semua barang dagangannya. Dedi Mulyadi juga tidak melewatkan untuk berbincang panjang lebar dengan penjual kangkung tersebut.

Tidak hanya itu, ia juga sempat berhenti di depan rumah warga dan membeli satu ikat petai.

Berkunjung ke Makam Istri Pertama

Beberapa saat setelahnya, Dedi Mulyadi dan anaknya sampai di makam istri pertamanya yaitu Sri Mulyawati.

Ia merupakan sosok ibu kandung dari Maula Akbar atau Aa Ula. Di sana, Dedi Mulyadi memanjatkan doa bersama dengan anaknya.

Setelah itu, keduanya langsung menaburkan bunga ke atas makam, tak lupa juga untuk mencium batu nisannya.

Penulis: Muhammad Farih Fanani

Sumber: Merdeka.com

Loading