HOME » OTOSELEB » CARA KOCAK OMESH INGATKAN KESELAMATAN BERKENDARA KE ANAK-ANAK SD

Cara Kocak Omesh Ingatkan Keselamatan Berkendara ke Anak-Anak SD

Selasa, 08 Mei 2018 11:45

Cara Kocak Omesh Ingatkan Keselamatan Berkendara ke Anak-Anak SD
Foto: Dimas Wahyu
Editor : Cornelius Candra | Reporter : Dimas Wahyu

Otosia.com - Omesh dari gerakan Motorbaik yang diramaikan oleh figur publik para pengguna sepeda motor menjalankan gerakannya ini untuk menginspirasi para pengguna kendaraan bermotor untuk tertib berlalu lintas, termasuk kepada anak-anak.

Salah satu contohnya ketika presenter ini bersama para rider Motorbaik tur dari Jakarta ke Yogyakarta untuk turut dalam gerakan Indonesia Mengajar. Di sana, dia melihat kenyataan bahwa tidak sedikit anak-anak SD menggunakan sepeda motor.

"Dua tahun lalu kami berangkat dari Jakarta ke Yogyakarta bersama Indonesia Mengajar, datang ke sekolah-sekolah. Kami datang ke sana, ke SD-SD di kampung. Adik-adik siapa di sini yang pakai motor? Hampir semua angkat tangan. Sebenarnya miris," ujarnya.

Namun, melarang mereka menggunakan sepeda motor juga serba salah. Dalam hal ini, rute yang mereka jalani dari rumah ke sekolah dan sebaliknya tidak didukung oleh sarana angkutan umum. Tanpa sepeda motor, anak-anak ini bisa berangkat sebelum subuh untuk sampai ke tempatnya belajar.

Berangkat dari sini, dia bersama Motorbaik merasa punya peran. Sebagai publik figur, mereka punya kesempatan untuk menyampaikan pesan semacam ini kepada pemerintah setempat.

"Kami dari Motorbaik menjembatani itu. Melalui media kami, media sosial kami, dengan pemerintah setempat, kami bilang di sana enggak ada angkot, lalu mesti bagaimana. Di sana dengan Rp 500.000 bisa dapat motor, yang penti kami sudah memberi tahu, itu menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah," kata dia.

Peran sebagai public figure bukan hanya soal memiliki kesempatan untuk menyampaikan pesan kepada pemerintah dan didengar. Mereka juga di sisi lain membangun komunikasi dengan anak-anak SD itu sendiri sebagai pelaku atau pengguna jalan raya.

Pesannya mungkin simpel, untuk tidak lupa memakai helm dan jangan melebihi daya angkut, misalnya berboncengan bertiga. Namun, cara yang disampaikan bisa sekocak saat ia tampil di televisi.

"Kami hanya mengingatkan, adik-adik harus pakai helm. Keselamatan diri itu nomor satu. Enggak boleh boncengan bertiga, nanti cabe-cabean," ujarnya berkelakar, tetapi dengan maksud agar pesannya akan keselamatan berkendara diingat.

 (kpl/why/crn)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-5-8
detail

BERITA POPULER