HOME » OTOSELEB » KRONOLOGI PEMOTOR KENA TENDANG USAI TEROBOS RING 1 ISTANA, PASPAMPRES: HARUSNYA DITEMBAK

Kronologi Pemotor Kena Tendang Usai Terobos Ring 1 Istana, Paspampres: Harusnya Ditembak

Video sejumlah pengendara motor diadang Paspampres viral di media sosial. Diketahui sejumlah pengendara motor yang melakukan sunmori itu menerobos kawasan Ring 1 di jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Minggu (21/2/2021).

Sabtu, 27 Februari 2021 15:45 Editor : Dini Arining Tyas
Kronologi Pemotor Kena Tendang Usai Terobos Ring 1 Istana, Paspampres: Harusnya Ditembak
Viral pemotor diadang dan ditendang Paspampres di Ring 1 Jalan Veteran III Jakpus (ist)

OTOSIA.COM - Video sejumlah penggendara motor yang diadang dan ditendang Paspampres di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Video berdurasi 3 menit itu salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @bodatnation pada Minggu (21/2/2021).

Peristiwa itu dibenarkan oleh Komandan Pasukan Pengaman Presiden (DanPaspampres), Mayjen TNI Agus Subiyanto. Diketahui sejumlah pengendara motor itu sedang melakukan Sunday Morning Ride atau Sunmori.

"Pada hari Minggu (21/2/2021) sekira pukul 06.00 anggota Paspampres yang sedang melaksanakan tugas pengamanan instalasi di Kantor Wapres terpaksa melumpuhkan pengendara motor atau komunitas motor yang sedang melaksanakan Sunday Morning Ride (Sunmori) karena memaksa menerobos jalan Veteran III yang ditutup oleh pembatas jalan (traffic cone)," kata Agus kepada merdeka.com, Jumat (26/2/2021).

1 dari 5 Halaman

2 dari 5 Halaman

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa pengendara motor tersebut terpaksa harus diamanka lantaran menerobos dan melanggar batas RIng 1 menggunakan sepeda mtoor. Menurut Agus, jalan Veteran III adalah kawasan Ring 1 instalasi VVIP yang menjadi tugas pokok Paspampres untuk mengamankan segala ancaman.

"Pengendara motor tersebut terpaksa harus dilumpuhkan oleh anggota Paspampres karena penerobosan tersebut merupakan tindakan pelanggaran batas Ring 1 dengan menggunakan alat berupa sepeda motor," katanya.

3 dari 5 Halaman

Berkoordinasi dengan Polisi

(c) Liputan6.com

Agus menambahkan, tindakan anggota Paspampres tersebut merupakan bentuk kewaspadaan dalam melaksanakan tugas terhadap segala bentuk hakikat ancaman terhadap Instalasi VVIP. Hal tersebut tertuang dalam Buku Petunjuk Teknis Pam Instalasi VVIP yang disahkan oleh Keputusan Panglima TNI tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2013 tentang Pam VVIP.

"Sehingga segala bentuk kegiatan sekecil apapun yang mengganggu harus di antisipasi. Dilumpuhkan dengan cara apa saja, apabila mengancam," katanya.

Kini, pihaknya sudah  berkoordinasid engan Kepolisian. Sehingga para pengendara bisa ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Suda kita koordinasikan dengan Kepolisian," tuturnya.

4 dari 5 Halaman

Tindakan Paling Ringan

Sementara itu, senada dengan Agus, Asisten Inteljen Pasukan Pengamanan Presiden, Letkol Inf Wisnu Herlambang juga mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan anggota Paspampres adalah bentuk kewasapadaan. Tindakan tersebut dinilai merupakan yang paling ringan.

Wisnu mengatakan pengendara motor itu bisa saja langsung ditembak karena tindakan mereka merupakan bentuk ancaman.

"Sebenarnya, kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak. Dilumpukannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam. Sudah menerobos artinya mengancam," jelasnya, disitat dari Liputan6.com.

Tindakan kewaspadaan itu dilakukan karena menganggap siapapun yang menerobos batas dianggap bisa mengancam kemanan Ring 1. Terlebih menurutnya, Wakil Presiden dan kantornya merupakan simbol negara.

"Kita kan nggak tahu dia mau nerobos mau apa, mau sabotase mau apa. Jadi kita bentuk kewaspadaan karena kita tidak bisa menduga orang menerobos Ring 1 itu mau ngapain. Jadi kita harus lumpuhkna," kata Wisnu.

5 dari 5 Halaman

BERI KOMENTAR