Sukses

Kencan Singkat Bersama Wuling Air EV, Si Kecil Penuh Kejutan

Otosia.com, Jakarta PT Wuling Motors Indonesia resmi meluncurkan Wuling Air EV di hari pertama Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Tipe Standard Range dibanderol Rp 238 juta, sedangkan varian Long Range dijual Rp 295 juta.

Selain merilis Air EV, Wuling juga mengajak rekan-rekan media untuk menjajal secara langsung Air EV di jalanan publik. Lebih tepatnya lokasi pengetesan berada di area Navapark, BSD City, Tangerang.

Titik start dimulai dari May Star - Navapark Country Club dan berlanjut ke jalan utama ke arah Selatan. Kemudian menuju gang buntu di sebelah kiri, di mana Wuling menyiapkan sebuah ramp untuk menguji Hill Hold Control dan Hill Descent Control.

Setelah berputar balik, jalur pengetesan mencakup jalanan yang sama untuk kembali ke May Star - Navapark Country Club. Jarak pengetesan kurang lebih sekitar 2 km dan beberapa jalan menggunakan lapisan paving. Setiap media mendapatkan jatah menjajal sebanyak 2 lap.

Video Paling Dicari saat Ini

Ruang interior

Duduk di interior Wuling Air EV menjadi pengalaman yang unik. Lantaran ukuran bodi mobil tergolong kecil, jarak antara pengemudi dan penumpang sangatlah berdekatan. Bahkan untuk penumpang berbadan besar, cukup mudah terjadi senggolan antar lengan.

Namun demikian interior mobil ini terbilang nyaman. Tipe Long Range yang kami jajal sudah dilengkapi jok berbahan kulit, serta panel-panel empuk di sekitar pintu dan dasbor. Sebagai pelengkap, speedometer sudah layar digital dan menyatu dengan head unit.

Untuk posisi mengemudi terbilang biasa saja. Bagi kami yang mempunyai tinggi 175 cm, masih ada ruang kepala dan kaki mumpuni. Jarak  setir dan pengemudi bisa lebih baik, namun tidak terlalu mengganggu.

Sementara duduk di kursi belakang lebih ideal untuk perjalanan jarak dekat saja.

Performa

Wuling Air EV terbilang penuh kejutan. Secara spesifikasi mobil ini terkesan biasa saja, lantaran motor listrik tunggal bawaannya hanya menghasilkan 40 PS dengan torsi 110 Nm yang disalurkan ke roda belakang (RWD).

Namun mobil kecil ini ternyata dengan mudah melejit saat pedal gas diinjak. Hal ini terbilang sebagai salah satu daya tarik mobil listrik. Lantaran tidak ada power loss dari motor listrik ke roda, seluruh tenaga dan torsi bawaannya disalurkan ke aspal serba instan.

Alhasil mobil ini sangat ideal untuk digunakan dalam kota, bahkan saat kemacetan. Pengemudi bisa dengan mudah melejit saat kondisi stop and go dan ukuran bodi yang kecil memudahkan Air EV untuk bermanuver.

Sementara fitur Hill Hold Control dan Hill Descent Control berfungsi secara optimal. Saat Air EV dibuat stasioner saat menanjak maupun menurun, fitur Auto Vehicle Holding secara otomatis menahan mobil. Untuk melanjutkan perjalanan, pengemudi cukup menginjak pedal gas.

Adapun tiga mode berkendara yang teridiri dari Eco, Normal dan Sport. Eco dan Normal mempunyai daya dorong yang mirip, sementara mode Sport membuat akselerasi Air EV lebih “menggigit”.

Kenyamanan dan pengendalian

Kejutan lainnya terletak pada kenyamanan berkendara saat mengemudikan Wuling Air EV. Meski mempunyai bodi kompak dan kecil, Air EV terbilang sangat nyaman saat dikendarai.

Setingan suspensi mobil ini patut diacungi jempol ke atas, lantaran bisa meredam getaran ban ketika melintasi jalanan paving. Adapun peredaman kolong ban yang terbilang baik, namun tenunya bagian ini perlu dijajal di jalanan yang lebih kasar ataupun bergelombang.

Namun setingan suspensi serba nyaman ini juga mempunyai konsekuensinya tersendiri, yakni mobil cenderung limbung pada saat menikung. Yang menarik setir tergolong respornsif untuk berbelok.

Alhasil, saat dikombinasikan dengan suspensi empuk, Wuling Air EV bisa dibuat mengayun ketika dipaksa menikung agresif.

Namun, diluar handling serba unik itu, kami rasa banyak orang akan mengapresiasi kenyamanan mobil ini, mengingat jalanan di Indonesia cukup bervariatif.

Keunggulan lainnya terletak pada ukurannya yang serba kecil. Air EV lebih mudah bermanuver di keadaan macet atau melintasi jalanan gang sempit. Bahkan memutar balikpun bukan perkara besar untuk EV kecil ini.

Kesimpulan

Wuling Air EV menurut kami melebihi banyak ekspektasi, lantaran mobil kecil pada umumnya mempunyai stigma kurang nyaman dan terkesan murah. Sementara mobil ini memberikan ride refinement serba nyaman dan interior yang mewah.

Memang jika bicara soal harga, Wuling Air EV mungkin terkesan mahal di angka Rp 238 juta dan Rp 295 juta untuk ukurannya. Namun mengingat EV termurah setelah Air EV adalah DFSK Gelora E BV yang dibanderol Rp 484 juta, value mobil ini menjadi lebih masuk akal.

Review kali ini hanya bisa mengungkap sepintas terkait keunggulan dan kelemahan Air EV. Tentunya untuk mengetahui lebih dalam lagi, diperlukan pengetesan di jalanan yang lebih berat dan jangka waktu yang lebih lama.

Loading