Sukses

Sedan Tua Daihatsu Bapak 3-Anak asal Solo, Konon Cuma Satu di Indonesia

Otosia.com, Jakarta Sebuah sedan tua Daihatsu berukuran mungil empat pintu terpajang di ajang ‘Daihatsu Kumpul Sahabat Jogja’, di museum Merapi akhir pekan kemarin. Warnanya merah, dan pemiliknya yang merupakan seorang bapak dengan tiga putri mengaku bahwa ini orisinal.

Sedan ini adalah Daihatsu Compagno Berlina keluaran tahun 1966. Mesinnya tiga silinder 1.000 cc dengan perubahan yang minim.

"Orisinal warna merah. Repaint minim saja, tetapi tidak ubah warna. Hanya rodanya yang saya custom ke roda tipis sama velg, lalu lebih ke pemasangan AC dan aki yang saya besarin untuk audionya," ujar Jatu Pramono (39) si pemilik, soal ubahan aki dari 45 ampere jadi 60 ampere.

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini

 

 

 

 

Cuma Satu Unit

Yang menarik, ia sebagai pemilik belum pernah menemukan mobil Daihatsu Compagno Berlina ini di komunitas-komunitas atau bahkan untuk mencarinya di antara sesama penggemar.

"Di Solo mungkin cuma satu ini. Kalau di Jawa Tengah saya kurang tahu. Di Yogya setahu saya enggak ada. Saya cari-cari komunitas, enggak ada yang punya, enggak ada yang tahu mobil ini," ujarnya.

Alhasil, ia pun dan si merah yang diberi nama "Kompak" hanya bergabung dengan teman-teman penggemar mobil antik secara umum.

Punya Mesin Cadangan

Perawatan sendiri sebagai sebuah produk Daihatsu menurutnya lebih simpel. Jika bicara Daihatsu Compagno Berlina, ia sendiri mengatakan masih bisa diusahakan.

"Saya bangun, memang karena hobi mobil klasik. Misalnya, kaki masih bisa bikin. Onderdil masih bisa. Di Solo ada bubut, ada orang teknisnya," kata dia.

Soal mengakali perawatan mesin, ia mengaku bahkan punya mesin yang sama untuk Daihatsu Compagno Berlina ini.

Radiator Besar

"Mesin ada dua, sempat dapat mesinnya saja tapi lupa bukan dari Solo atau Yogya," ujarnya lalu juga menjawab bahwa overheat juga tidak menjadi problem karena didukung radiator yang besar.

Namun ditekankan pula bahwa agar Daihatsu Compagno Berlina ini bisa tetap dipakai, ia tidak menjadi kendaraan harian.

"Bukan konsumsi harian. sudah tua, makanya penggunannya untuk show atau gabung di komunitas yang setahun sekali jalan," kata dia.

Aksesori

Yang sulit baginya seperti diakuinya adalah soal aksesori. Di lain sisi, ia adalah orang yang enggan menggunakan aksesori reproduksi atau repro.

"Aksesori-aksesori agak susah. Kalau tidak ada ya sudah karena itu yang kelihatan saya enggak mau pakai repro," ujarnya.

Demikian halnya dengan door trim yang juga kesulitan untuk mendapatkan versi aslinya. Karena itu, bagian ini dibuat sendiri menyerupai aslinya. Hanya saja, menurutnya, jok depan diubah dengan fokus agar nyaman untuk berkendara.

Sejarah Compagno Berlina

Pertama kali Daihatsu Compagno Berlina diproduksi tahun 1964 oleh Daihatsu Motor Co., Ltd ke pasar roda empat sebagai mobil penumpang dengan model van dan wagon, bukan model mobil balap seperti Daihatsu Sport (1963).

Garis bodi mobil Daihatsu Compagno Berlina yang bergaya Italia sempat menuai pujian saat kelahirannya. Daihatsu Compagno Berlina menjadi mobil Jepang pertama yang diekspor ke Inggris, sebuah negara yang telah memproduksi mobil modern kala itu.

Compagno Berlina menarik banyak perhatian pada tahun 1964 ketika Mainichi Shimbun mensponsori sebuah proyek untuk mengikuti jalur obor Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo.

Enam orang, termasuk karyawan Daihatsu mengemudikan dua Berlina dan satu Highline sejauh 18.000 km melewati jalur yang melelahkan melalui dataran tinggi, medan basah, dan gurun pasir yang panas.

Pada tahun 1965, Berlina mencetak rekor Japan Adult Economy Run dengan mencapai efisiensi bahan bakar sebesar 40,58km/l dan membuktikan performa mesinnya.

Loading