HOME » REVIEW » SISTEM PENGEREMAN TABRAKAN BERUNTUN PORSCHE MACAN

Sistem Pengereman Tabrakan Beruntun Porsche Macan

Selasa, 05 Agustus 2014 12:15

Sistem Pengereman Tabrakan Beruntun Porsche Macan
Porsche Macan (Foto: Nazar Ray)
Editor : Fajar Ardiansyah Mobil Terkait : Mobil Porsche Panamera Dijual

Otosia.com - Porsche Macan telah resmi diluncurkan awal Juni lalu di Jakarta. PT Eurokars Artha Utama berencana menawarkan tiga tipe di antaranya untuk pasar Indonesia. Untuk saat ini, mereka baru memasarkan Macan S (3.000cc) dan varian tertinggi Macan Turbo (3.600cc), serta Macan 2.000cc yang rencananya akan diperkenalkan bulan September atau Oktober mendatang.

New Macan merupakan mobil sport di segmen SUV compact. Sebagai sebuah Porsche sejati, Macan menjadi tolok ukur dalam dinamisme dan kenikmatan berkendara, baik di jalanan beraspal maupun medan off-road.

Macan menggabungkan mesin-mesin yang paling kuat pada kelasnya dengan Porsche Doppelkupplung (PDK) tujuh percepatan yang sporty dan salah satu sistem pengemudian yang terbaik di dunia - Porsche Traction Management (PTM) dan rangkaian ban sporty yang dipasang sebagai standard.

Sebagai top model di kelasnya, Macan Turbo yang dilengkapi dengan mesin biturbo V6 3,6 liter dan menghantarkan output 400 hp (294 kW), serta Macan S yang dilengkapi dengan mesin biturbo V6 3 liter dan menghantarkan output 340 hp (250 kW), menghadirkan kelas performa baru yang belum pernah dicapai oleh kendaraan-kendaraan kompetitor lain.

Meski punya tenaga 'badak' Porsche Macan dibekali beberapa fitur keselamatan aktif, diantaranya rem tabrakan beruntun.

Rem dari Porsche Macan mengimbangi level performa kendaraan yang luar biasa ini. Seiring dengan standar tinggi yang biasa ditetapkan oleh brand ini, Macan memimpin dengan sistem pengereman mumpuni di segmen pasarnya, dilengkapi dengan sistem keselamatan rem tabrakan beruntun.

Sekitar seperempat dari kecelakaan-kecelakaan yang menyebabkan cedera personal merupakan "kecelakaan tabrakan beruntun" dimana tabrakan kedua mengikuti yang pertama. Sistem rem tabrakan beruntun secara otomatis mengerem kendaraan yang terlibat dalam tabrakan untuk mengurangi energi kinetik residual yang mengikuti tabrakan pertama.

Rem tabrakan beruntun dipicu pada saat sensor kantong udara mendeteksi tabrakan pertama, di titik dimana sistem ini memulai pengereman total. Sistem Porsche Stability Management (PSM) membatasi aksi ini hingga akselerasi negatif maksimum (0,6 g), dan memastikan pengemudi dapat menjaga kontrol kendaraan meskipun dalam kondisi pengereman otomatis.

Pengemudi dapat menutup sistem rem tabrakan beruntun kapan saja. Bila sistem ini mendeteksi akselerasi yang dilakukan oleh pengemudi, rem tabrakan beruntun otomatis di nonaktifkan. Hal yang sama berlaku pada saat pengemudi melakukan manuver rem total pada tingkat penurunan kecepatan yang lebih cepat. Pada umumnya, sistem pembantu mengerem hingga kecepatan residual kendaraan mencapai 10 km/jam. Kecepatan residual dapat digunakan untuk mengemudi ke lokasi yang aman setelah pengereman.

Pada poros depan, Macan memiliki fitur enam piston dengan rem kaliper tetap dengan kaliper rem mono-bloc aluminium. Kaliper rem menekan lempeng rem dengan diameter 350 milimeter pada Macan S dan Macan S Diesel, dan 360 milimeter pada Macan Turbo.

Pada poros belakang, semua model memiliki fitur yang mengkombinasikan rem kaliper floating yang terintegrasi dengan rem parkir elektrik. Pelat rem belakang untuk Macan S dan Macan S Diesel memiliki diameter 330 milimeter dan pelat rem belakang untuk Macan Turbo memiliki diameter 356 milimeter.

(kpl/nzr/fjr)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-5-14
detail

BERITA POPULER