HOME » TIPS » EFISIENSI ANTARA PEMAKAIAN PENDINGIN KABIN VS JENDELA TERBUKA

Efisiensi Antara Pemakaian Pendingin Kabin vs Jendela Terbuka

Senin, 09 Januari 2017 13:45

Efisiensi Antara Pemakaian Pendingin Kabin vs Jendela Terbuka
Foto: bilmiyorsan.com
Editor : Ahmad Khoirudin

Otosia.com - Menemukan efisiensi bahan bakar antara menggunakan pendingin kabin dengan menurunkan jendela sudah menjadi perdebatan lama. Lantas apa cara yang terbaik agar efisiensi bahan bakar yang dicapai maksimal?

Terdapat banyak faktor yang menentukan mengenai pertanyaan tersebut. Adapun cara menemukan efisiensi yang terbaik dengan melihat kondisi jalanan dan cara berkendara itu sendiri.

Berkendara tanpa menggunakan pendingin kabin dan membuka jendela memang akan membuat konsumsi bahan bakar lebih efisiensi. Sayangnya pandangan tersebut hanya akan berlaku apabila berkendara pada kecepatan rendah.

Pada kecepatan rendah, coefficient drag atau koefisiensi hambatan yang dialami kendaraan sangat kecil. Koefisinsi hambatan sendiri merupakan daya hambat yang dialami kendaraan dalam membelah udara.

Seiring peningkatan kecepatan, koefisiensi hambatan akan ikut meningkat. Apabila jendela dibuka saat kecepatan tinggi, alhasil koefisiensi hambatan akan semakin tinggi, lantaran udara masuk ke dalam kabin dan menurunkan aerodinamika kendaraan. Mobil menjadi terhambat, sehingga mesin harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan kecepatan.

Artinya, saat berkendara di kecepatan tinggi, ada baiknya menutup jendela. Sayangnya, menutup jendela akan membuat kondisi kabin menjadi kurang nyaman, apalagi dengan iklim Indonesia yang tropis.

Lantas akankah menyalakan pendingin kabin menurunkan efisiensi bahan bakar? Jawabannya sama seperti di atas atau tergantung kondisi. Di kecepatan tinggi, efisiensi kendaraan akan menjadi lebih dengan menyalakan pendingin kabin dan menaikkan jendela.

Mengapa begitu? Dengan menyalakan pendingin kabin saat kecepatan tinggi, mesin tidak akan terbebani kerja kompresor. Sebab, tenaga yang dihasilkan mesin sudah cukup. Berbeda pada kecepatan rendah, dimana mesin tidak menghasilkan tenaga yang besar untuk mendorong kendaraan. Hasilnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk menopang kerja kompresor mendinginkan kabin.

(kpl/fid/rd)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-4-19
detail

BERITA POPULER