Sukses

Jika Lampu Indikator Ini Nyala Terus, Berarti Motor Anda Sedang Bermasalah

Otosia.com Persaingan teknologi yang makin ketat memaksa tiap brand sepeda motor untuk terus memberikan layanan mumpuni bagi pelanggannya, salah satunya soal antisipasi kerusakan motor. Jika Anda menemukan lampu indikator berikut sering berkedip atau nyala terus, berarti Anda harus siap-siap untuk mereparasinya. Kenapa?

Lampu indikator tersebut ialah MIL atau Malfunction Indicator Lamp yang dipasang pada fitur PGM-FI kepunyaan Honda. MIL bekerja sebagai sistem yang mendiagnosa performa PGM-FI.

Apabila diketahui kondisi yang tidak normal pada motor, indikator berwarna orange ini akan terus menyala.

Anda bisa mengetahui hal tersebut dengan menyalakan kunci kontak dan biarkan selama 0,3 detik dan apabila normal, indikator akan segera mati.

MIL sendiri juga bagian dari kode untuk mengetahui di mana letak kerusakan pada motor sehingga bisa pengguna bisa mengetahuinya dengan cepat. Namun, Anda harus bisa menghitung antara kedipan panjang dan pendek serta jumlah kedipannya.

Sebelum GIIAS 2022
b[/b]

Menghitung Kedipan Lampu

Menghitung Kedipan Lampu

Kerusakan motor tidak hanya bisa diperkirakan dari suara, performa atau pun gejala fisik yang muncul, tapi juga lampu indikator yang tersedia pada motor berfitur PGM-FI.

Ya, fitur PGM-FI yang dimiliki oleh Honda memiliki berbagai kelebihan terutama lampu indikator penunjuk kerusakan motor. Lampu tersebut dikenal dengan istilah MIL (Malfunction Indicator Lamp), berwarna orange dan terletak pada instrument meter.


Jika MIL menyala terus menerus (berkedip), itu tandanya motor sedang bermasalah dan Kamu bisa mengetahui jenis problemnya lewat hitungan kedipan lampu.

Lalu bagimana pola hitungannya?

Menurut situs Hondacengkareng.com, ada dua macam kedipan MIL:

1. Kedipan panjang (berlangsung selama 1,3 detik) – Satu kedipan panjang adalah ekuivalen dengan sepuluh kedipan pendek.

Contoh:

Jika satu kedipan panjang diikuti dengan dua kedipan pendek dibaca 12 kali kedipan ( satu kedipan panjang = 10 kedipan, ditambah dua kedipan pendek).

 

2. Kedipan pendek (berlangsung selama 0.3 detik) – Satu kedipan pendek adalah ekuivalen dengan satu kedipan.

Contoh: 
Jika ada delapan kali kedipan maka tetap dihitung 8 kedipan. Berikut adalah video contoh kedipan panjang pada lampu MIL (8 kedipan pendek).

 

Diagnosa

Diagnosa

Setelah memahami teori di atas, maka cocokkan dengan diagnosa berikut:

Jumlah Kedipan Penyebab Kerusakan Akibat Yang Ditimbulkan
1 Kedipan Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) Akselerasi kurang baik
Terjadi kerusakan pada sensor MAP dan tingkat kevakuman pada intake manifold tidak stabil Mesin bekerja dengan normal, tetapi kurang tenaga pada putaran atas
7 Kedipan Sensor ECT (Engine Coolant Temperature) atau sensor EOT (Engine Oil Temperature) Sulit dihidupkan pada suhu rendah
Sensor ECT atau rangkaiannya tidak berfungsi Mesin cepat panas
Sambungan pada soket sensor ECT dan EOT terjadi Intermitten Failure (putus sambung) �
8 Kedipan Sensor TP (Throttle Position) Boros bahan bakar
Sensor TP atau rangkaiannya tidak berfungsi Akselerasi tidak baik
Kontak yang longgar atau tidak baik pada konektor unit sensor Mesin sering mati
9 Kedipan Sensor IAT (Intake Air Temperature) Akselerasi kurang baik
Sensor IAT atau rangkaiannya tidak berfungsi Mesin bekerja dengan normal, tetapi kurang tenaga pada putaran menengah
Kontak yang longgar atau tidak baik pada konektor unit sensor �
11 Kedipan Sensor VS (Vehicle Speed) atau kecepatan kendaraan Indikator Speedometer tidak berfungsi
Sensor VS atau rangkaiannya tidak berfungsi ISS tidak berfungsi (khusus untuk motor yang menggunakan ISS)
Kontak yang longgar atau tidak baik dari konektor sensor VS �
12 Kedipan Sistem Injector Mesin tidak dapat dihidupkan
Injector atau rangkaiannya tidak berfungsi Injector, pompa bahan bakar dan coil pangapian mati
Kontak yang longgar atau tidak baik pada konektor Injector �
21 Kedipan Sensor O2 (Oxigen Sensor) Mesin sulit dihidupkan
Sensor O2 atau rangkaiannya tidak berfungsi Bunyi letupan pada bagian knalpot
Kontak yang longgar atau tidak baik pada sensor O2 �
29 Kedipan Rangkaian IACV ( Intake Air Control Valve) Mesin sulit dihidupkan, putaran stasioner kasar
IACV atau rangkaiannya tidak berfungsi Boros bahan bakar
Kontak yang longgar atau tidak baik pada sensor IACV �
33 Kedipan EEPROM ECM (Elektrically Erasable Progammable Read Only Memory Engine Control Module) Mesin tidak dapat dihidupkan
ECM atau rangkaiannya tidak berfungsi Mesin sering mati
Kontak yang longgar atau tidak baik pada konektor ECM �
52 Kedipan Sensor CKP (Crankshaft Position) Mesin sering mati/sulit dihidupkan
Sensor CKP atau rangkaiannya tidak berfungsi Putaran stasioner kasar
Kontak yang longgar atau tidak baik pada sensor CKP Motor bekerja dengan normal tetapi akselerasi kurang di semua kecepatan
54 Kedipan Sensor BAS (Bank Angle Sensor) Sensor bank angle tidak bekerja (Mesin tetap hidup pada saat sepeda motor jatuh)
Sensor bank angle atau rangkaiannya tidak berfungsi
Kontak yang longgar atau tidak baik pada sensor BAS

Loading