Sukses

Tips Pemeliharaan Mobil Agar Biaya Tak Sampai Membengkak

Otosia.com, Jakarta Memiliki mobil sendiri memang amat membantu mobilitas. Bepergian ke manapun jadi lebih gampang, terlebih bagi orang-orang yang tempat tinggalnya tak terjangkau akses transportasi publik. Namun begitu, pengeluaran untuk mobil ini tak berhenti pada biaya pembeliannya saja.

Setelah memilikinya, sang pemilik masih harus mengeluarkan dana untuk biaya perawatan berkala, agar performa mobil tetap berjalan baik. Tak jarang, gara-gara perencanaan yang salah, biaya perawatan mobil ini jadi membengkak. Supaya hal tersebut tak sampai terjadi berulang kali, berikut tips mengemat biaya pemeliharaan mobil yang tepat.

 

Video Paling Dicari saat Ini

Minimalkan Timbulnya Masalah dengan Servis Berkala

Beberapa orang mungkin akan berpikir jika melakukan servis mobil secara rutin akan lebih menguras dana, hingga membuat biaya perawatan mobil menjadi membengkak. Padahal hal tersebut malah berlaku sebaliknya. Melakukan servis mobil secara berkala justru memberikan keuntungan yang besar.

Hal ini karena servis berkala ini akan membuat performa mobil tetap dalam keadaan baik. Selain itu, langkah tersebut juga akan membuat mobil tetap terawat. Sebaliknya, mobil yang jarang diservis secara rutin hanya akan menimbulkan beragam masalah-masalah lain pada kendaraan maupun mesinnya.

Semakin parah kondisi kerusakannya, tentu akan semakin mahal biaya perbaikan maupun perawatannya. Maka dari itu, lakukan servis rutin pada mobil kesayangan. Ikuti pedoman servis mobil sesuai standar, termasuk pemilihan oli, penggunaan bahan bakar yang tepat, pemeriksaan komponen listrik mobil, AC, sampai bagian penting lainnya, seperti filter hingga karburator. Hasilnya, mobil tetap terawat, biaya perawatan pun jadi lebih hemat.

Hemat Pengeluaran dengan Menggunakan Asuransi Mobil

Biaya perawatan mobil tak hanya dibutuhkan saat melakukan servis berkala saja. Kadang ada kondisi tak terduga yang dapat memicu terjadinya kerusakan pada mobil. Akibatnya, mau tak mau harus menghadapi pembengkakan biaya atau pengeluaran tak terduga untuk perbaikan.

Akan tetapi hal tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan menggunakan asuransi mobil. Dengan cara ini, biaya perbaikan akibat kerusakan maupun kecelakaan dapat ditanggung oleh perusahaan penyedia asuransi. Pengguna tinggal melakukan klaim, agar biaya perbaikan yang diperlukan tak sampai membengkak atau bahkan malah gratis karena dapat klaim penuh.

Hindari Kerusakan Komponen dengan Pakai Suku Cadang Resmi

Pembengkakan biaya juga bisa terjadi akibat kerusakan komponen pada mesin mobil. Hal ini salah satunya karena penggunaan suku cadang yang tidak resmi. Secara harga mungkin lebih terjangkau daripada yang asli. Namun, dari sisi kualitas, suku cadang resmi tentu lebih baik dan tahan lama.

Sementara itu, di balik harganya yang barangkali dianggap lebih murah, nyatanya suku cadang yang tidak direkomendasikan bisa berisiko merusak komponen di dalam mobil. Jadi, alih-alih dapat menjadi cara menghemat biaya perawatan, justru dapat membuat pengeluaran lebih membengkak saat mobil mengalami kerusakan.

Jaga Mobil Tetap Awet dengan Menggunakan Oli Asli

Tips penting lainnya untuk menghindari biaya perawatan mobil yang membengkak adalah gunakan oli asli. Tujuan membeli oli asli ini adalah untuk menjaga mobil tetap awet lebih lama. Selain itu, pentingnya mengganti oli secara berkala adalah untuk menjaga komponen mesin bebas dari gesekan. Walhasil, mobil pun tidak cepat rusak, dan biaya perawatan pun jadi bisa ikut terhemat.

Adapun produk oli mesin mobil yang dapat diandalkan untuk menjaga mobil tetap awet dan tahan lama adalah Shell Helix Extend 0W-40. Produk oli tersebut memiliki volatilitas rendah yang dapat mengurangi penguapan dan bisa menghemat penggunaan oli, sehingga oli lebih awet. Dengan Shell Helix Extend 0W-40, mobil dapat melaju hingga 20.000 km untuk penggantian oli.

Hal ini karena Shell Helix Extend 0W-40 memiliki jeda penggantian oli lebih panjang dibandingkan oli lainnya. Hal tersebut sudah diuji coba dalam Dynamite 2.0 Field Test dan terbukti melindungi mesin mobil dengan prima hingga 20.000 km. Sedangkan, oli lain umumnya hanya bertahan dengan jeda 5.000 - 10.000 km saja.

 

Di samping itu, Shell Helix Extend 0W-40 juga memiliki beberapa fitur unggulan lainnya, seperti Carbon Neutral dengan kredit karbon berbasis alam yang telah terverifikasi. Kemudian, produk ini dikembangkan dengan PurePlus Technology yang memaksimalkan performa mesin mobil di setiap hentakan perjalanan. Fitur unggulan lainnya berupa Active Cleansing Technology yang menjaga mesin mobil tetap bersih, sehingga mesin dapat bekerja dengan lebih efisien, bahkan pada kondisi jalanan yang berat.

Produk ini juga full sintetis, yang membuat pelumas lebih tahan lama dengan kekentalan yang lebih stabil dibandingkan dengan pelumas mineral. Tak sampai di situ, Shell Helix Extend 0W-40 juga dilengkapi Ultimate Protection yang melindungi mesin mobil dari keausan dengan ikatan molekul yang lebih kuat. Selain itu, Shell Helix Extend 0W-40 juga memiliki Low-Volatility Oil yang mengurangi penguapan dan menghemat penggunaan oli.

Fitur unggulan lainnya pada Shell Helix Extend 0W-40 adalah Self-Rejuvenation Technology yang membentuk ekosistem yang meremajakan oli dan meningkatkan kinerja mobil. Tidak kalah penting, produk ini juga merupakan oli Multifuel, dengan spesifikasi API SP, ACEA A3/B3, ACEA A3/B4 yang cocok untuk kendaraan dengan bahan bakar bensin maupun diesel. Lebih lanjut, ketahui informasi selengkapnya di sini.

Loading