Sukses

Bentuk Fisiknya Mirip-mirip, Benarkah Busi Mobil Jepang-Eropa-China Sama saja?

Otosia.com, Jakarta Busi memiliki fungsi esensial sebagai pemercik api dalam proses kombusi kendaraan. Uniknya, secara fisik dan keseluruhan, bentuknya mirip-mirip.

Secara awam, perbedaan fisik umumnya nampak dari ukuran, bentuk resistor, atau juga kepala busi tergantung dengan teknologi yang diusung. Bisa juga dari sisi material apakah ia menggunakan nikel, platinum atau iridium.

Lalu, benarkah busi untuk mobil Jepang, Eropa dan China sama saja?

 

 

Video Terpopuler saat Ini
 

Ternyata Beda

Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia menampik bila semua busi itu sama saja. Terlebih bila disangkutpautkan dengan mobil-mobil keluaran negara tertentu.

“Jelas ada perbedaan. Dari semua kendaraan antara Jepang, China, dan Eropa,” ungkap Diko lewat pesan singkat kepada Otosia.com, Selasa (1/11/2022).

Dari sekian negara pemasok mobil ke seluruh dunia, menurutnya busi untuk kendaraan Eropa cenderung lebih kompleks daripada yang lainnya. Ini pun sebenarnya dengan konfigurasi mesin kendaraan Eropa beda jauh dari produkan China atau Jepang.

“Busi mobil Eropa lebih kompleks, ada banyak perbedaan contohnya Mercedes-Benz versus Toyota versus wuling ya,” terangnya.

Diferensiasi tiga merek itu bisa dilihat dari rupa insulator busi Eropa yang lebih ramping, tidak banyak gelombang layaknya busi untuk mobil China atau Jepang. Terminal nut busi mobil Eropa juga tidak sama, bahkan ia tidak memiliki gasket karena cylinder head-nya tidak bisa diutak-atik alias fixed.

Lebih lagi resistor busi Eropa lebih low resistance sesuai dengan standar spesifikasi mesin di sana.

Meski begitu Diko mengingatkan bahwa komparasi tersebut berlaku untuk mobil-mobil tipe terbaru. Menurutnya, model-model jadul memiliki beberapa kesamaan bahkan ada yang bisa saling pakai.

 

Perbedaan Kode Busi

Otosia kemudian mencoba membandingkan beberapa model busi yang kami kulik menggunakan fitur partfinder di laman ngkbusi.com.

Tidak ada indicator khusus, seperti apakah jenis mobilnya harus sama, misalkan harus semua MPV, SUV atau lainnya. Sebab, bersandar dari penjelasan Diko terdapat berbedaan umum yang signifikan dari busi dari tiga wilayah tersebut.

Perbedaan yang jelas dan pasti terlihat dari kode busi itu sendiri. Kami mengambil contoh busi Mercedes-Benz C280 memakai kode NGK PLKR7A. Sedangkan untuk mobil Jepang berjenis Toyota Alphard memakai NGK LFR5AIX-11. Contoh lainnya ialah Wuling Almaz sebagai perwakilan brand China yang memakai tipe busi NGK ILZAR8J8SY.

Lantas bila saja busi Eropa, China dan Jepang dipakai saling silang, akankah ada risiko yang mengancam? Simak penjelasannya pada ulasan berikut: Busi Mobil Eropa-China-Jepang Dipakai Bergantian, Apa sih Risikonya?

 
Loading